Iklan

Diduga Tercemar Limbah Perumahan Dirz Residence, Sawah Warga Alami Kerusakan

Minggu, 07 Juni 2026, Juni 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T13:01:39Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 






BONE -- Aktivitas pembuangan limbah domestik oleh Perumahan Dirz Residence di Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, menuai sorotan tajam. Pihak pengembang diduga kuat membuang limbah langsung ke saluran irigasi, yang berdampak fatal pada kerusakan lahan pertanian warga sekitar.


Kondisi ini memicu pertanyaan besar terkait komitmen pengembang dalam mengelola dampak lingkungan, di tengah pesatnya pembangunan kompleks perumahan tersebut.


Salah seorang warga terdampak, Muallim, mengungkapkan bahwa air irigasi yang mengalir ke persawahan kini telah tercemar limbah. Akibatnya, pertumbuhan tanaman padi warga terganggu hingga gagal berproduksi secara normal.





"Air yang mengalir ke sawah diduga kuat sudah tercampur limbah. Tanaman padi jadi sulit tumbuh, perkembangannya terganggu, bahkan banyak yang tidak berproduksi. Hasil panen anjlok dan kami terus-terusan merugi," keluh Muallim kesal.


Persoalan ini nyatanya bukan barang baru. Keluhan warga telah bergulir selama bertahun-tahun tanpa ada solusi konkret. Menurut Muallim, protes terkait buruknya pengelolaan limbah dan fasilitas umum bahkan sempat disuarakan oleh para pengguna (user) perumahan itu sendiri.


Pada tahun 2025 lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Bone sebenarnya telah turun langsung meninjau lokasi pembuangan limbah. Langkah tersebut diambil demi menjaga komitmen swasembada pangan dan kelestarian lingkungan, mengingat limbah tersebut mengancam produktivitas pangan daerah.


Saat sidak tersebut, pihak pengembang sempat berjanji akan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengatasi pencemaran. Namun, realisasinya dinilai hanya formalitas.


"Mereka memang sudah buat, tapi IPAL-nya sama sekali tidak berfungsi," tegas Muallim.


Ia menambahkan, saluran drainase perumahan tetap saja mengalirkan limbah beracun langsung ke jaringan irigasi sawah. Bagi warga, indikator keberhasilan bukan pada papan proyek IPAL, melainkan pada berhentinya aliran limbah ke lahan mereka.


Melihat kondisi yang berlarut-larut, warga mendesak Pemda Bone tidak tinggal diam dan hanya formalitas melakukan peninjauan. Mereka menuntut adanya:


Pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem Amdal dan pengelolaan lingkungan Perumahan Dirz Residence.


Evaluasi total terhadap fungsi dan kelayakan IPAL yang telah dibangun.


Tindakan tegas dan sanksi hukum jika pengembang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan yang merugikan masyarakat.


Pihak Pengembang Bungkam

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak manajemen Perumahan Dirz Residence. Namun, hingga berita ini diturunkan, pesan singkat maupun panggilan telepon yang layangkan sama sekali tidak mendapatkan respons dari pihak pengembang. red*/

Komentar

Tampilkan

Terkini