Iklan

Menanam Kader Hari Ini, Memanen Pemimpin Bangsa di Masa Depan: DPN PERMAHI Perkuat Kaderisasi dari Makassar"

Minggu, 21 Juni 2026, Juni 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-21T21:52:35Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 





*MAKASSAR, 21 Juni 2026*– Di tengah kebutuhan bangsa akan pemimpin yang berintegritas dan memahami kompleksitas hukum modern, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERMAHI terus memperkuat perannya sebagai ruang kaderisasi nasional bagi mahasiswa hukum Indonesia. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERMAHI Makassar yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Minggu (21/06/2026).





Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPN PERMAHI, *Azhar Sidiq S*, menandai langkah strategis organisasi dalam memperluas jaringan dan pengaruh gerakan mahasiswa hukum hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, *Muh. Refri Bintang Pamungkas* resmi dilantik sebagai Ketua Umum DPC PERMAHI Makassar periode 2026–2028.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pembina DPN PERMAHI Firman Jaya Daeli, Dewan Penasehat PERMAHI Makassar Fauzi Azhari, S.H., M.H., Aspidum Kejati Sulsel Teguh Suhendro, S.H., M.H., Andi Abillah selaku Perancang Peraturan Perundang-Undangan Kanwil Kemenkum Sulsel, serta berbagai elemen mahasiswa dan akademisi.


Bagi Azhar Sidiq, pelantikan sebuah cabang bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Lebih dari itu, pelantikan merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi pemimpin hukum yang mampu menjawab tantangan bangsa di masa depan.


Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak anak muda yang tidak hanya memahami hukum dalam ruang kelas, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai keadilan ke dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.


"Mahasiswa bukan sekadar penonton sejarah, melainkan penentu arah bangsa. Setiap perubahan besar di negeri ini selalu lahir dari keberanian berpikir dan bergerak yang dimiliki mahasiswa," tegas Azhar.


Pernyataan tersebut mencerminkan keyakinan bahwa mahasiswa hukum memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga demokrasi, mengawal supremasi hukum, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.


Azhar menilai bahwa era transformasi digital telah mengubah lanskap profesi hukum secara fundamental. Oleh karena itu, organisasi mahasiswa hukum harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai integritas dan idealisme yang menjadi fondasi perjuangan.


Di bawah kepemimpinannya, DPN PERMAHI mendorong seluruh kader untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kapasitas kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.


"Gelar akademik penting, tetapi tidak cukup. Masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan menjaga integritas dalam setiap proses pengabdian," ujarnya.


Karena itu, Azhar menitipkan tiga agenda besar kepada seluruh kader PERMAHI di Indonesia. Pertama, menguasai teknologi dan berani melakukan inovasi. Kedua, menjaga integritas dan idealisme sebagai fondasi perjuangan. Ketiga, memperkuat kolaborasi serta menghilangkan ego sektoral demi kepentingan organisasi dan bangsa.


Langkah konsolidasi yang dilakukan DPN PERMAHI melalui pembentukan dan penguatan cabang-cabang di berbagai daerah merupakan bagian dari visi besar untuk menciptakan ekosistem kaderisasi hukum yang kuat, merata, dan berkelanjutan. Makassar dipandang memiliki potensi besar sebagai pusat lahirnya gagasan-gagasan progresif yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan hukum nasional.


Dengan hadirnya kepengurusan baru DPC PERMAHI Makassar, diharapkan lahir lebih banyak mahasiswa hukum yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.


Pelantikan ini sekaligus menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Azhar Sidiq, PERMAHI tidak hanya fokus membangun organisasi, tetapi juga sedang membangun generasi baru pemimpin hukum Indonesia—pemimpin yang adaptif menghadapi perubahan, progresif dalam berpikir, serta konsisten memperjuangkan keadilan dan kepentingan masyarakat.

Komentar

Tampilkan

Terkini