*BEKASI* – Info berita news. id.
Kecelakaan hebat yang melibatkan dua rangkaian kereta api terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden maut ini mengakibatkan empat penumpang KRL meninggal dunia dan 38 lainnya luka-luka setelah KA Argo Bromo Anggrek menghantam bagian belakang Commuter Line yang sedang berhenti.
*Kronologi Kejadian*
Petaka bermula sekitar pukul 20.52 WIB saat KRL tujuan Cikarang terpaksa berhenti mendadak setelah mengalami "temperan" (tabrakan) dengan sebuah taksi hijau yang nekat menerobos perlintasan sebidang di JPL 85 kawasan Bulak Kapal. Saat KRL berhenti untuk pemeriksaan keamanan pasca-tabrakan taksi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi) yang melaju dari arah yang sama langsung menghantam gerbong paling belakang KRL.
Hantaman keras dari lokomotif KA jarak jauh tersebut menghancurkan gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang.
*Dugaan Gangguan Sistem*
Direktur Utama PT KAI mengungkapkan adanya dugaan gangguan sistem perkeretaapian pasca-insiden taksi di perlintasan sebelumnya. Gangguan ini disinyalir berdampak pada sistem persinyalan di wilayah stasiun, sehingga menyebabkan KA jarak jauh tetap melintas di jalur yang sama meski sedang ada rangkaian KRL yang berhenti.
"Kami sedang mendalami mengapa sistem tidak mendeteksi keberadaan KRL di depan, sehingga KA Argo Bromo tetap melaju. Investigasi menyeluruh kini sedang dilakukan oleh KNKT untuk memastikan penyebab objektif mengapa dua rangkaian berada di jalur yang sama," ungkap manajemen PT KAI.
*Evakuasi dan Dampak Operasional*
Vice Corporate Communications PT KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan korban. Sebanyak 38 penumpang luka-luka telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit rujukan, yakni RSUD Kota Bekasi, RS Primaya Bekasi, dan RS Mitra.
"Sejauh ini tercatat empat orang meninggal dunia. Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek sudah berhasil dievakuasi, dan kami telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk keluarga korban," jelas Anne.
Akibat kecelakaan ini, operasional kereta api mengalami lumpuh total. PT KAI resmi menghentikan sementara seluruh keberangkatan KA Jarak Jauh dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen guna proses evakuasi rangkaian dan perbaikan jalur.
Report : Bang Zulfaz


