Iklan

Dari Legenda ke Layar Digital, “Kesatria Galesong” Jadi Gerakan Cinta Budaya Indonesia

Selasa, 07 April 2026, April 07, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T03:38:01Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Kesatria GalesongMengangkat legenda Sulawesi Selatan dengan sentuhan teknologi modern, film series ini menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi (Poto Istimewah).

MAKASSAR – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, upaya menjaga warisan budaya menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi generasi muda. Menjawab hal tersebut, film series “Kesatria Galesong” hadir sebagai salah satu inisiatif kreatif untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal dengan pendekatan yang lebih relevan di era modern.


Mengangkat kisah legenda dari Sulawesi Selatan, karya ini tidak hanya berfokus pada aspek hiburan, tetapi juga berupaya menghadirkan kembali cerita-cerita tradisional melalui perpaduan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan distribusi media sosial. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani generasi lama dan generasi muda dalam memahami akar budaya mereka.


Di sisi lain, modernisasi yang terus berkembang turut membawa kekhawatiran akan semakin memudarnya nilai-nilai budaya di tengah masyarakat. Kondisi ini menjadi latar belakang lahirnya karya tersebut, sebagai bentuk refleksi sekaligus ajakan untuk kembali mengenali jati diri bangsa.


“Kami tidak bermaksud menjadi yang paling hebat, tetapi ingin mengajak generasi muda untuk kembali mengenal budaya mereka sendiri. Jika ada yang tergerak untuk belajar atau sekadar penasaran, itu sudah menjadi kebahagiaan bagi kami,”


ujarnya dalam perbincangan di salah satu warung kopi di Makassar, Rabu (8/4/2026).


Lebih jauh, film ini juga mencoba menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal yang mulai jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Melalui alur cerita yang ringan dan visual yang menarik, “Kesatria Galesong” diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang tidak kaku, sekaligus tetap menghibur.


Pengamat budaya menilai bahwa inisiatif seperti ini patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya di tengah perubahan zaman. Meski demikian, pelestarian budaya tidak dapat bergantung pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.


Sebagai karya kreatif, “Kesatria Galesong” tidak hanya menawarkan tontonan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga identitas budaya. Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghapus nilai tradisi, melainkan dapat berjalan berdampingan.


Pada akhirnya, upaya pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Melalui karya-karya seperti ini, diharapkan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, semakin terdorong untuk mencintai, memahami, dan melestarikan budaya bangsa sebagai bagian dari identitas yang tidak terpisahkan.



Penulis : Muh Syibli

Komentar

Tampilkan

Terkini