Oleh: Angginak Sepi Wanimbo
Buku jadikan sebagai sahabat hidup kita bagi yang hobi membaca. Karena dengan buku, kita bisa menangis, tertawa, hingga kita mendapatkan informasi. Hal ini sudah menjadi berita dalam pendidikan.
Buku merupakan sahabat, karena dengan buku kita bisa curhat. Namun di Papua saat saat ini kegiatan gemar membaca sudah berkurang, padahal zaman sudah canggih dan ilmu itu bisa diakses kapan pun.
Banyak tempat yang menjadi sumber ilmu bagi kita, salah satunya perpustakaan. Tidak hanya di perpustakaan saja, tetapi di rumah juga boleh. Gerakan gemar membaca harus dibiasakan agar menjadi hobi untuk dirimu sendiri.dan itu akan menjadi moment di waktu luangmu.
Maka dari itu, buku sudah dijadikan media pengetahuan yang amat penting dalam kehidupan. Jadikan buku sebagai sahabat karibmu, maka kamu akan dijaganya dari kebodohan.
Betapa tidak, karena buku sebagai media interaksi yang bermanfaat, khususnya bagi orang-orang yang mau berkreatif dan inovatif. Percaya gak sih, buku bisa jadi cinta sejatimu? Tentu, karena ia salah satu sahabat kamu yang selalu ada disaat gabut.
Buku adalah teman terbaik saat kamu duduk. Sejumlah peradaban di dunia ini bangkit karena buku. Buku adalah dokter untuk kebodohan. Buku juga sebagai motivasi di kala sendiri. Buku juga menjadi salah satu pengurai untuk menggali informasi sebanyak mungkin tanpa bisa dipungkiri.
Membaca buku merupakan salah satu hobi yang sangat mudah dilakukan, apalagi buku yang kamu baca merupakan buku-buku agama. Untuk itu buku yang kamu baca haruslah yang membawa dampak positif dalam hidupmu.
Hari-hari ini penuh misteri layaknya tersimpan dalam sebuah buku dihari kehidupan. Bahkan melakukan suatu kegiatan, tak terasa waktu akan berlalu begitu cepat.
Salah satunya adalah dengan membaca buku, karena tidak terasa, sedikit saja kamu baru membaca mata kamu sudah merasa lelah, seenggaknya kamu sudah melakukan suatu hal yang bermanfaaat dalam dirimu.
Membaca buku itu bisa jadi hiburan juga, bagi buat kamu! Betapa tidak?Buktinya di waktu libur kamu tidak ada kegiatan sehingga kamu membaca buku. Dengan membaca buku, bertambahlah wawasanmu. Karena melihat banyaknya ruas dalam kehidupan, menempuhnya tentulah dengan ilmu.Kompasiana, 2022.
Buku jadikan sebagai sahabat hidup dalam pekerjaan pelayanan di kebun, kantor, di sekolah dan dimana saja kita berada sebab buku itu teman paling terjujur, seketika membaca buku akan kita mengenali diri, menata masa depan yang baik.
Saat ini bagi anak muda Papua sudah tidak biasakan membawa buku ditangan, dan membaca ini merupakan budaya kurang terdidik sebabnya bagi anak muda Papua kita bangkit membudayakan membawa buku di tangan setiap aktivitas sebab buku akan tuntun kita jalan yang benar.
Tempat membaca buku tidak hanya di sekolah, di kampus tetapi memulai dari diri kita, di honai, gereja, di komunitas literasi, di kantor, di mana saja kita beraktivitas sesuai bidang ilmu yang kita peroleh.
Seketika kita selalu membaca buku saat itu juga kita sedang keliling dunia dari tempat yang Anda tinggal di perkotaan maupun di perkampungan sebaliknya ketika kita tidak membaca buku maka Anda sedang ada dalam kegelapan.
Hari ini kita sangat susa bertemu, dengan tokoh - tokoh Papua seperti Soctraz Sofyan Yoman, Benny Giay, Dorman Wandikbo, Markus Haluk, Fiktor Yeimo, Ripka Haluk, Wempi Wetipo, Befa Yigibalom, John Tabo, Ones Pahabol, Fince Tebay, Deinas Gelei, Willem Wandik, Aletinus Yigibalom, Benny Wenda, Athenus Murip, Briur Wenda, Natalius Pigai dan tokoh banyak lain yang penulis tidak sebut satu persatu secara fisik susa ketemu silahkan mencari bukunya mereka lalu baca saat itu juga Anda sedang duduk diskusi bersama dengan tokoh - tokoh besar milik orang Papua.
Membangkitkan budaya baca ini tentu dimulai dari gerakan literasi dari kampung ke kota sebaliknya dari kota ke kampung karena gerakan literasi ini salah satu jalan yang mendidik, mencerdaskan, memotivasi, untuk melihat masa depan yang baik.
Bagi setiap anak muda Papua penulis jarang melihat anak muda Papua jalan bermain di toko - toko buku, juga tetapi jarang membeli buku - buku bacaan sesuai kebutuhan hari ini tetapi mereka lebih memili bermain dengan kemajuan teknologi hari ini misalnya bermain WA, FB, Twitter, Gougel dan media lainnya.
Media salah satu sarana yang sangat membangtu kita tetapi juga akan merusak masa depan lebih bijaksana itu jika ada uang membudayakan membeli buku dan baca di setiap hari. Sebab buku tidak akan pernah kita dapat dikecewakan olehnya.
Hari ini Iran, Israel, Amerika sama - sama kuat dalam pertempuran perang karena mereka meningkat literasi baca dan tulis sehingga mereka hari ini kuat dalam berbagai kebijakan untuk kemajuan pembangunan bangsa.
Mengerakan giat baca buku pada generasi muda tentu kita bersatu hati lalu melakukan gerakan kebangkitan atau kampanye baca buku oleh berbagai elemen yaitu pimpinan yang di honai, gereja, komunitas literasi, pemerintah daerah, perguruan tinggi se - tanah Papua. Dari gerakan baca inilah akan ada kemajuan pembangunan manusia yang mempunyai kualitas ilmu tinggi siap dipakai di berbagai bidang ilmu sesuai kebutuhan.
"Bagi pri buku jadikan sebagai istri pertama sebaliknya bagi wanita buku jadikan sebagai suami pertama"
Selamat membaca bagi sahabat - sahabat yang setia membaca dan melaksanakannya.
Kinaonak..wa..wa..wa
TiEyom Tiom, 30 Maret 2026
Penulis:
Salah Satu Pegiat Literasi Papua Pegunungan
