Aceh Utara – Info berita news. id.
Mantan Geusyik di Desa Lhok Pu'uk Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, yang juga dikenal sebagai Panglima Laut setempat, dikabarkan menunjukkan sikap emosional saat dikonfirmasi oleh wartawan terkait pembangunan hunian sementara (huntara) di desa tersebut pada Minggu (29/03/2026.
Insiden itu terjadi ketika sejumlah wartawan mencoba meminta klarifikasi mengenai proses dan lokasi pembangunan huntara yang saat ini menjadi sorotan masyarakat. Namun, alih-alih memberikan penjelasan, yang bersangkutan justru disebut mencak-mencak, marah marah, bahkan melontarkan kata-kata tidak pantas kepada wartawan.
Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut.
Pembangunan huntara di Desa Lhok Pu'uk sendiri menuai kritik dari warga. Sejumlah masyarakat menilai proyek tersebut tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan harapan mereka, khususnya bagi warga yang terdampak musibah.
“Banyak huntara yang dibangun justru berada di lahan pribadi, bukan di lokasi warga yang benar-benar terdampak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga mengkhawatirkan bahwa hunian sementara tersebut nantinya tidak akan ditempati, mengingat lokasi pembangunannya dinilai tidak strategis dan tidak sesuai kebutuhan korban terdampak.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat turun tangan untuk mengevaluasi pembangunan huntara tersebut, agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proyek pembangunan, terlebih yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
(Tim Elang)
