Iklan

JAGA API INJIL TETAP MENYALA

Rabu, 25 Maret 2026, Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-26T00:32:18Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini







Renungan: 


  

 “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” ( Roma 12:11).


Saudaraku yang dikasihi Tuhan dan saya kasihi di dalam Tuhan Yesus. 

  

Bayangkan sebuah obor yang menyala di tengah malam gelap. Selama obor itu dijaga, ia memberi terang dan harapan. Tetapi jika dibiarkan tanpa perhatian, api itu perlahan redup dan akhirnya padam. Demikianlah kehidupan rohani kita. Api Injil yang Tuhan nyalakan dalam hati setiap orang percaya harus terus dijaga, agar tidak hilang ditelan gelapnya dunia. Paulus menasihati jemaat di Roma untuk tetap bersemangat, tidak kendor, dan melayani Tuhan dengan roh yang menyala-nyala.  


Topik renungan hari ini juga menjadi tema besar Konferensi Wilayah Baptis Tabi ke V (lima). Tema ini menguatkan kita bahwa menjaga api Injil tetap menyala adalah panggilan bersama. Jangan biarkan api itu redup, apalagi dipadamkan oleh kepentingan pribadi, ambisi, ego, atau hal-hal duniawi yang mengalihkan fokus dari Kristus.  


Menjaga api Injil berarti memelihara iman dan semangat pelayanan. Pertama, api Injil dijaga melalui doa yang tekun. Doa adalah bahan bakar rohani yang membuat hati tetap hangat dalam kasih Tuhan. Kedua, api Injil dipelihara dengan membaca dan merenungkan Firman setiap hari. Firman adalah kayu bakar yang membuat api iman tidak pernah padam. Ketiga, api Injil tetap menyala ketika kita aktif melayani. Melayani bukan hanya di mimbar, tetapi juga dalam hal kecil: menolong sesama, memberi teladan, dan menyampaikan kabar baik.  


Selain itu, menjaga api Injil berarti melawan hal-hal yang bisa memadamkannya: rasa malas, kompromi dengan dosa, kehilangan kasih mula-mula, serta ambisi dan ego yang menggeser Injil dari pusat hidup kita. Dunia sering menawarkan kenyamanan yang membuat kita kendor, tetapi Paulus menegaskan: “Biarlah rohmu menyala-nyala.” Semangat itu bukan berasal dari kekuatan manusia, melainkan dari Roh Kudus yang bekerja dalam hati kita.  


Seperti seorang penjaga obor yang tidak boleh lengah, demikianlah kita dipanggil untuk menjaga api Injil tetap berkobar. Jangan biarkan api itu redup atau padam, sebab dunia membutuhkan terang Kristus yang bersinar melalui hidup kita. Tema Konferensi Wilayah Baptis Tabi ke V menegaskan kembali panggilan ini: menjaga api Injil tetap menyala, jangan redup, dan jangan dipadamkan oleh kepentingan pribadi, ambisi, atau ego. Mari kita berkomitmen untuk terus berdoa, merenungkan Firman, dan melayani dengan setia. Dengan demikian, kita menjadi obor yang menerangi keluarga, gereja, dan dunia.  

  

 “Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.” ( 2 Timotius 1:6). 


Selamat pagi,Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.Waa..


Tabi,26 Maret 2026

Penulis: MY Neme is Nias kogoya, 

mewakili pemuda pemudi

Komentar

Tampilkan

Terkini