Jalan yang sudah di usulkan beberapa tahun yang tak kunjung terealisasi menjadi keresahan masyarakat kelurahan pattene dan juga masyarakat desa moncongkomba karena sudah sangat meresahkan.
Maka dari itu para pemuda yang tergabung dalam organisasi PAGORA 40 kemudian turun kejalan untuk melakukan aksi demonstrasi yang di pimpin lansung oleh jendral lapangan RisalKeca dan koordinator lapangan Ryan anugrah.
Dalam penyampaian orasinya RisalKeca mempertanyakan kejelasan mengenai perbaikan jalan tersebut di depan kantor Dinas PU Takalar dan disambut hangat oleh Kepala Dinas dan beberapa pegawai Dinas PUPR.
Dalam pertemuan tersebut RisalKeca' mempertanyakan, "sudahh sampai dmana tahapan pengusulan jalan Damme-la'nyara tersebut"
Kepala dinas PUPR dan juga Kabid bina marga menjawab "kami sudah mengusulkan tiap tahunnya akan tetapi anggaran Daerah belum mampu untuk menanggulangi anggran jalan Damme-la'nyara tersebut. Kami sangat berterimakasih kepada adik-adik sekalian dan mari kita sama-sama kawal aspirasi ini ke pemerintah provinsi dan juga pusat".
"Kami sudah mengukur jalan tersebut dengan panjang 7,1 KM dengan estimasi anggaran ±20 milyar" lanjut Kabid bina marga
Tidak hanya kantor Dinas PUPR yang di datangi melainkan kantor DPRD Takalar juga jadi sasaran PAGORA.
Di kantor DPRD Takalar pun rekan-rekan PAGORA disambut baik oleh 3 anggota dewan dari fraksi Golkar,PDIP dan juga PKS
Pada saat RDP komisi 3 menjelaskan kepada rekan-rekan PAGORA bahwasanya "kami dari komisi 3 selalu mendiskusikan/mencari alternatif lain terkait anggaran perbaikan jalan yang ada di kabupaten takalar karena bukan hanya jalan Damme-la'nyara saja akan tetapi di 12 kecamatan di kabupaten takalar, sedangkan anggaran daerah hanya mampu mengerjakan sebanyak 8KM.
