Pasca banjir yang melanda Desa Paya Tukai, aktivitas masyarakat perlahan mulai pulih. Namun, kondisi berbeda dirasakan pada sektor pendidikan. Banyak fasilitas belajar rusak, buku pelajaran hilang, dan proses pembelajaran harus dijalankan dengan kurikulum darurat. Menanggapi kondisi tersebut, Mahasiswa KKN Relawan Teknik Industri Universitas Malikussaleh (UNIMAL) menginisiasi program Les Sore bagi anak-anak Desa Paya Tukai.
Kegiatan les sore ini dilaksanakan sejak 19 hingga 31 Januari 2026, setiap sore setelah Ashar, dengan sasaran anak-anak TK hingga SD kelas 1–6. Materi yang diajarkan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing jenjang usia.
Salah satu mahasiswa KKN Relawan menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi belajar anak-anak pasca bencana.
“Banyak anak kehilangan buku dan media belajar. Kalau tidak ada pendampingan tambahan, kami khawatir semangat belajar mereka menurun,” tuturnya.
Les sore tidak hanya menjadi ruang belajar alternatif, tetapi juga menjadi wadah interaksi yang menyenangkan bagi anak-anak. Respon positif terlihat dari antusiasme peserta yang selalu ramai dan aktif menjawab pertanyaan selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak sangat semangat. Bahkan sebelum waktu les dimulai, mereka sudah datang lebih dulu,” ungkap salah satu relawan pengajar.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kembali minat dan motivasi belajar anak-anak Desa Paya Tukai, sekaligus menjadi langkah kecil dalam pemulihan pendidikan di tengah keterbatasan pasca banjir.
