Aceh Utara - Bergerak cepat merespons dampak bencana alam, tim ahli dari Zikon 14/SWS yang dipimpin oleh Letda Czi M. Farhan bersama personel Batuud Koramil 03/Dwt Pelda Rizal Fahlefi turun langsung ke lapangan untuk meninjau infrastruktur yang luluh lantak akibat banjir. Selasa (27/1/2026).
Fokus utama peninjauan ini menyasar tiga wilayah pesisir yang terdampak paling parah, yakni Desa Buluka Teubai, Desa Gelumpang Sulu Timur, dan Desa Lancang Barat di Kecamatan Dewantara. Kehadiran para prajurit zeni dan teritorial ini menjadi harapan baru bagi warga setempat agar akses transportasi yang sempat lumpuh total dapat segera dipulihkan melalui perencanaan perbaikan yang matang.
Dalam survei teknis tersebut, tim mencatat terdapat sedikitnya delapan titik jalan pesisir yang putus total serta kerusakan signifikan pada sejumlah infrastruktur jembatan. Personel di lapangan bekerja ekstra teliti dalam mengidentifikasi tingkat kerusakan tiap titik guna memperhitungkan secara akurat jumlah material dan jenis alat berat yang akan dikerahkan.
Langkah ini merupakan bagian dari prosedur taktis agar proses rekonstruksi jalan paska banjir nantinya dapat berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran, mengingat jalur ini merupakan urat nadi perekonomian bagi masyarakat di pesisir Aceh Utara.
Letda Czi M. Farhan menyampaikan, "Kegiatan survei ini adalah langkah krusial untuk memetakan seberapa parah kerusakan delapan titik jalan yang terputus agar kami bisa segera menyiapkan kebutuhan material dan alat berat yang sesuai. Kami dari tim Zikon 14/SWS bersama Koramil 03/Dwt berkomitmen penuh untuk mengupayakan pemulihan akses ini secepat mungkin demi kelancaran aktivitas masyarakat paska musibah banjir ini. Data dari lapangan ini akan segera kami tindak lanjuti agar proses pengerjaan fisik dapat segera dimulai."

