• Jelajahi

    Copyright © Infoberitanews
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Membangung Basis Gerakan Literasi Dari Kota Ke Dusun

    Selasa, 27 Januari 2026, Januari 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T00:48:41Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     




    Oleh: Angginak Sepi Wanimbo


    Suatu perubahan tentu membutuhkan kesatuan yang kuat untuk memulai gebrakan sehingga Midiles Kogoya dan kawan - kawan berkomitmen untuk memulai gerakan kebangkitan literasi dari kota Karubaga keluar ke dusun - dusun. 


    Komitmen yang mulia ini saya Angginak Sepi Wanimbo salah satu pegiat literasi Papua Pegunungan sampaikan apresiasi besar kepada ketika guru ini. Sebab seseorang yang sedang bergerak di gerakan literasi ini hanya panggilan dan kerja suka rela di seluruh tanah air ini.


    Bagi yang sedang bergerak di gerakan literasi ini kerja - kerja tanpa upa dari sapa - sapa sehingga komitmen yang diambil ketika guru ini tentu didukung oleh berbagai elemen terutama pemerintah daerah, gereja, OKP, tokoh, intelektual, kader, pegiat serta kita semua.


    Melalui gerakan ini saya berpikir akan sangat membangtu pemerintah daerah untuk memajukan pembangunan manusia yang berkemampuan kritis, bijaksana dan cerdas.


    Salah satu langkah awal gerakan literasi sudah memulai di ibu kota Tolikara. Dan dari kota akan keluar ke dusun - dusun namun saya melihat menjadi kendala bagi mereka adalah buku baca oleh karena itu bagi pegiat, dan mempunyai hati besar untuk kemajuan daerah boleh memberikan sumbangsi buku bacaan.


    Seluruh tanah Papua. Saya melihat mendidik anak di setiap sekolah saja tidak cukup olehnya setiap daerah memulai  membangkitkan gerakan baca untuk mencerdaskan anak negeri Papua.


    Bagi kabupaten kota lain di luar Papua. Sarana dan prasarana juga tetapi tenaga mengajar sangat lengkap sesuai kebutuhan sekolah tetapi bagi Papua, ini sarana dan prasarana, kurang memadai lalu tenaga mengajar juga sangat terbatas karena itu gerakan literasi ini salah satu cara untuk mencerdaskan anak negeri Tolikara Papua.


    Hari ini kita anak Papua banyak yang sedang korbang melalui berbagai penyakit sosial seperti Seks bebas, Minuman keras "Miras" isap ganja, isap lem aibon, dan banyak penyakit lainnya? Ini semua terjadi karena lemahnya orang tua, intelektual, tokoh, pemerintah dan gereja kurang perhatian, membuat angka korbang melalui berbagai penyakit itu terus meningkat.


    Hal ini terjadi disebabkan ketidaktahuan informasi, pengetahuan yang benar untuk membedakan baik dan tidak baik sehingga ini menjadi tugas bagi setiap anak daerah yang sudah selesai studi tanggungjawab moril, intelektual mengambil langkah - langkah penyelamatan bagi setiap manusia.


    Ilmu yang didapat dari setiap perguruan tinggi lalu pulang ke daerah tidak berbuat sesuatu sedikit saja untuk rakyat berarti hidup sia - sia dimuka bumi ini. Tetapi ilmu yang didapat dari kota studi itu menggunakan untuk berbuat baik sedikit saja untuk rakyat akan menjadi bermanfaat besar bagi sesama manusia.


    Sering terjadi ilmu yang didapat dari setiap kota studi lalu balik ke daerah asalnya tujuan hanya untuk membangung daerah tetapi realitas dalam kehidupan sehari - hari ilmu itu jadikan sebagai senyata untuk mempersulit, mencuri, menciptakan konflik dan lainnya?. 


    Kecerdasan yang TUHAN berikan kepada setiap orang hanya untuk berbuat baik bagi sesama manusia sehingga hidup sehat, kuat ini jadilah lilin kecil nyalakan ditengah - tengah kegelapan dimanapun kita berada di kota maupun di kampung.


    Dalam gerakan kebangkitan literasi tentu membutuhkan solidaritas yang kuat maka saatnya anak negeri bangkit bersatu hati lalu maju untuk kemajuan pembangunan berkelanjutan.


    Bangkit membudayakan baca dan tulis disetiap waktu dimana saja kita berada sebab kita membaca saat itu juga kita sedang keliling dunia sebaliknya jika tidak membaca maka sedang ada di tempat kegelapan.


    "Bersatu kita kuat, bersatu kita maju, bersatu kita menentukan masa depan"


    Karubaga, 26 Januari 2026

    Ketua DPD - PPDI Provinsi Papua Pegunungan

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini