Iklan

Aksi Nyata Peduli Lingkungan, Bank Sampah Sahabat Alam Ecokids KOBER Doa Bangsa 9 Sukses Himpun Puluhan Kilogram Sampah

Jumat, 30 Oktober 2026, Oktober 30, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T12:52:54Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 







SUKABUMI, infoberitanews id.30 Oktober 2026 — Semangat pelestarian lingkungan dan edukasi karakter sejak dini terus digelorakan oleh satuan pendidikan anak usia dini di Kota Sukabumi. Melalui program Bank Sampah Sahabat Alam Ecokids, warga sekolah menunjukkan konsistensi nyata dalam mengelola sampah mandiri yang bermuara pada aksi kepedulian sosial, Jumat (30/10/2026).






Berdasarkan data laporan rekapitulasi pengumpulan sampah tertanggal 30 Oktober 2026, kegiatan penimbangan yang digerakkan secara kolektif oleh para murid dan orang tua ini berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik bernilai ekonomis. Rincian hasil pengumpulan tersebut meliputi:

- Plastik : 9 Kg (dengan harga Rp1.700/Kg, menghasilkan Rp15.300)

- Kardus : 4 Kg (dengan harga Rp1.200/Kg, menghasilkan Rp4.800)

- Kertas : 4,8 Kg (dengan harga Rp400/Kg, menghasilkan Rp1.920)

Total keseluruhan nilai ekonomi dari sampah yang berhasil dikumpulkan dan dijual pada periode ini mencapai Rp22.020, yang kemudian dilakukan pembulatan pencatatan administrasi menjadi Rp22.000. Seluruh hasil pengumpulan dan penjualan ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga diinfakkan kembali untuk mendukung fasilitas serta kegiatan operasional pendidikan lingkungan di sekolah.


Konsistensi Pelibatan Orang Tua Murid Sejak Pembentukan


Gerakan ini merupakan bentuk kesinambungan dari komitmen kuat pihak sekolah yang sebelumnya telah merintis pembentukan Bank Sampah Swa-Pilah dengan melibatkan peran aktif orang tua dan wali murid. Sejak awal pembentukannya, sinergi antara pihak sekolah, tenaga pendidik, dan orang tua menjadi fondasi utama dalam membiasakan anak-anak memilah sampah langsung dari sumbernya di rumah.


Kepala KOBER Doa Bangsa 9, Niar Syamsuniar, mengapresiasi tinggi antusiasme serta dukungan penuh yang diberikan oleh seluruh warga sekolah terhadap keberlangsungan program ini. "Alhamdulillah, warga sekolah mendukung kegiatan bank sampah sahabat alam ecokids. Mulailah dari diri sendiri, sampah sendiri yang dikumpulkan dan diinfakan," pungkas Niar Syamsuniar dengan penuh antusias.


Melalui langkah sederhana namun konsisten ini, Bank Sampah Sahabat Alam Ecokids membuktikan bahwa institusi pendidikan tingkat dini mampu menjadi pelopor perubahan perilaku ekologis. Diharapkan, kesadaran menabung dan mengelola sampah ini dapat terus berkembang, menanamkan jiwa patriotisme lingkungan, serta mencetak generasi masa depan Kota Sukabumi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi.


(Tim)

Komentar

Tampilkan

Terkini