Inoberitanews id.
SUKABUMI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi Targetkan penuntasan sosialisasi program Komunitas Pemuda Pelajar Masyarakat Berinfak Sedekah (KOPPIAH) sampai tingkat desa pada Desember 2026 mendatang.
Program KOPPIAH tersebut diharapkan mampu memangkas birokrasi penyaluran bantuan sekaligus mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah kabupaten Sukabumi.
Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, H. Afrizal, menyebutkan dari total 381 desa dan kelurahan, KOPPIAH sejauh ini baru menjangkau sekitar 90 desa. Meski demikian, pergerakan di lapangan dinilai cukup responsif,"ujarnya.
Sosialisasi di lingkungan UPZ desa akan selesai pada Desember mendatang. Diharapkan di awal tahun 2027 program KOPPIAH sudah berjalan optimal di seluruh wilayah Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah desa yang telah menerima sosialisasi langsung melakukan penghimpunan dan penyetoran infak ke BAZNAS. Program ini berfokus pada efisiensi layanan sosial masyarakat, sehingga kebutuhan darurat warga dapat ditangani di tingkat lokal tanpa terhambat administrasi yang sulit.
“Program KOPPIAH tersebut bukan untuk BAZNAS atau UPZ saja, Akan tetapi hadir untuk masyarakat Sukabumi. Kita ingin solusi cepat untuk membantu warga tanpa birokrasi yang susah,” tegasnya.
Dengan memastikan target pencapaian BAZNAS untuk mendorong sinergi aktif pemerintah daerah hingga struktur pemerintahan desa. menekankan pentingnya keterlibatan kepala desa beserta perangkatnya dalam mengawal keberlangsungan KOPPIAH.
“BAZNAS tidak bisa berdiri sendiri. Kami sangat mengharapkan kolaborasi dari jajaran kepala desa agar kebermanfaatan program tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Yanti karyawati
