SAMPANG Kebiasaan memblokir nomor wartawan diduga menjadi cara yang dipilih Kapolsek Camplong, IPTU Dwi Abdillah, untuk menghindari permintaan konfirmasi terkait berbagai persoalan hukum di wilayah kerjanya, fakta tersebut baru terungkap ketika sejumlah jurnalis hendak meminta klarifikasi mengenai dugaan pelanggaran hukum di wilayah Kecamatan Camplong. Kamis (30/07)
Pesan yang dikirim dari nomor wartawan hanya berhenti pada satu tanda centang, namun, saat menggunakan nomor lain yang belum dikenal, pesan langsung terkirim normal, temuan itu memunculkan dugaan bahwa nomor wartawan sengaja diblokir, bahkan, setelah ditelusuri, praktek tersebut ternyata bukan baru terjadi.
Pemblokiran diduga sudah berlangsung cukup lama dan baru diketahui ketika para jurnalis kembali menghubungi Kapolsek untuk kepentingan konfirmasi pemberitaan.
Ironisnya, jumlah wartawan yang mengalami hal serupa terus bertambah, kondisi itu menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen seorang pejabat publik dalam menjalankan prinsip keterbukaan informasi.
Sebagai pimpinan kepolisian di tingkat sektor, Kapolsek memiliki kewajiban memberikan ruang klarifikasi kepada media, konfirmasi merupakan bagian dari mekanisme pemberitaan yang dijamin Undang-Undang Pers agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap berimbang.
Dengan memutus akses komunikasi, ruang hak jawab justru tertutup, akibatnya, publik kehilangan kesempatan memperoleh penjelasan langsung dari aparat yang seharusnya menjadi sumber informasi resmi.
"Pejabat publik tidak cukup hanya menikmati kewenangan jabatan, tetapi juga wajib mempertanggungjawabkannya kepada masyarakat, termasuk melalui mekanisme konfirmasi media," ujar Fauzi Pemerhati hukum Asal Pamekasan
Fenomena ini menjadi catatan bagi pimpinan Polres Sampang, di tengah komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memperkuat transparansi dan pelayanan publik, praktrk pemblokiran terhadap wartawan dinilai berpotensi mencederai semangat keterbukaan informasi.
Hingga berita ini diturunkan, IPTU Dwi Abdillah belum memberikan penjelasan terkait alasan pemblokiran nomor sejumlah wartawan ketika di konfirmasi melalui nomor baru, upaya konfirmasi kembali dilakukan, namun tidak memperoleh respon.
Tim
