Iklan

*Kepsek SMKN 6 Makassar Minta Maaf Usai Video Viral, Tegaskan Tak Ada Niat Lakukan Kekerasan terhadap Siswa*

Sabtu, 25 Juli 2026, Juli 25, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T05:35:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

  MAKASSAR – Kepala SMK Negeri 6 Makassar, Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan dirinya menyentuh tubuh seorang siswa menggunakan kaki. Rekaman tersebut memicu beragam reaksi publik dan memunculkan dugaan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.


Dalam pernyataannya, Andi Nursidah menegaskan bahwa narasi yang berkembang di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa. Ia menyebut tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya membangunkan seorang siswa yang tertidur pulas dan tidak memberikan respons setelah dipanggil maupun dibangunkan oleh teman-temannya.


"Saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya orang tua siswa dan masyarakat luas, atas ketidaknyamanan dan kesalahpahaman yang timbul akibat video ini. Saya menyadari metode yang saya lakukan dapat menimbulkan persepsi yang kurang baik di tengah masyarakat, namun tidak ada sedikit pun niat untuk melakukan kekerasan terhadap siswa," ujar Andi Nursidah.

Menurut Andi Nursidah, peristiwa itu terjadi saat dirinya memasuki ruang kelas yang sedang kosong karena guru mata pelajaran mengikuti kegiatan dinas di luar sekolah. Di dalam kelas, ia mendapati seorang siswa tertidur setelah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menjelaskan, siswa tersebut sebelumnya telah beberapa kali dibangunkan oleh rekan-rekan sekelasnya, namun tidak memberikan respons. Ketika dirinya memanggil nama siswa itu secara langsung, kondisi yang sama masih terjadi.


"Karena khawatir terjadi sesuatu terhadap kondisi kesehatannya, saya kemudian mencoba membangunkannya dengan menyentuh tubuhnya menggunakan ujung kaki secara perlahan sambil terus memanggil namanya hingga akhirnya siswa tersebut terbangun," jelasnya.


Ia kembali menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan semata-mata karena rasa khawatir terhadap kondisi siswa."Saya sama sekali tidak memiliki niat melakukan kekerasan. Yang ada justru kepedulian karena melihat siswa tidak merespons saat dibangunkan," katanya.


Terkait video yang kemudian viral, Andi Nursidah menyatakan rekaman itu awalnya hanya dibagikan di grup internal sekolah sebagai bahan evaluasi bagi tenaga pendidik agar meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik, khususnya ketika guru berhalangan hadir.


"Video tersebut tidak pernah saya unggah ataupun sebarkan ke media sosial. Sangat kami sesalkan rekaman internal itu kemudian beredar luas dengan narasi yang tidak utuh sehingga memunculkan persepsi negatif di masyarakat," ungkapnya.


Pihak SMKN 6 Makassar juga menyatakan siap bersikap kooperatif apabila diminta memberikan keterangan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan maupun instansi berwenang lainnya.


"Kami menghormati seluruh proses yang berjalan sesuai ketentuan dan berharap masyarakat menunggu hasil klarifikasi secara utuh sebelum menarik kesimpulan," tutupnya.



Hingga berita ini ditulis, klarifikasi yang disampaikan Kepala SMKN 6 Makassar merupakan penjelasan dari pihak sekolah. Sementara itu, hasil pendalaman dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan maupun pihak berwenang masih dinantikan untuk memberikan gambaran menyeluruh terkait peristiwa tersebut.

Narasumber:Andi Nursidah Galigo, S.Pd., M.Pd. – Kepala SMK Negeri 6 Makassar. Tim Red Info Berita News.Id

Komentar

Tampilkan

Terkini