Infoberitanews id. SUKABUMI – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke_53 diselenggarakan di gedung pendopo sukabumi
25/7/2027 komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen organisasi dalam menjawab berbagai tantangan kepemudaan.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, menegaskan bahwa KNPI akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas sumber daya pemuda, memperkuat kemandirian ekonomi, serta memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Sukabumi.
Menurut Yandra, usia 53 tahun menjadi bukti bahwa KNPI tetap eksis dan memiliki peran strategis sebagai wadah berhimpunnya generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.
“Alhamdulillah, KNPI masih diberikan kesempatan untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Di usia ke-53 ini, kami ingin memastikan KNPI semakin relevan dalam menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi pemuda,” ujarnya.
Dorong Peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda
Sebagai tindak lanjut hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), DPD KNPI Kabupaten Sukabumi siap mengambil peran aktif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang saat ini masih berada pada angka 62,5 persen.
Yandra menjelaskan, pihaknya akan melakukan pendataan pemuda secara langsung hingga tingkat desa dan kecamatan dengan melibatkan jajaran KNPI kecamatan serta Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Sukabumi.
“Kami akan menyisir dan mendata para pemuda yang belum terserap di dunia kerja. Data tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan dan kapasitas pemuda,” jelasnya.
Perkuat Regulasi dan Program Wirausaha Muda
Dalam rangka mewujudkan visi Sukabumi Mubarokah, Daerah Layak Pemuda, serta menyongsong Indonesia Emas 2045, KNPI Kabupaten Sukabumi juga mendorong lahirnya Peraturan Bupati (Perbup) Kepemudaan sebagai petunjuk teknis pelaksanaan Peraturan Daerah tentang Kepemudaan yang telah berlaku.
Selain itu, KNPI terus mengembangkan program KNPI Preneurs, sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi yang bertujuan mencetak wirausaha muda mandiri dan membuka peluang kerja baru bagi generasi muda.
“Pemuda harus menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Melalui KNPI Preneurs, kami ingin mendorong lahirnya entrepreneur muda yang mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Yandra.
Bentuk Satgas Pemuda Anti-Narkoba
Menanggapi tingginya angka peredaran narkotika dan obat-obatan keras terbatas yang menjadikan Kabupaten Sukabumi masuk kategori zona merah, DPD KNPI Kabupaten Sukabumi mengambil langkah konkret dengan membentuk Satgas Pemuda Anti-Narkoba.
Satgas tersebut akan berkolaborasi dengan Satresnarkoba Polres Sukabumi serta melibatkan pengurus KNPI tingkat kecamatan sebagai pusat informasi dan pengaduan masyarakat terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
“Kami tidak ingin generasi muda Sukabumi menjadi korban narkoba. Karena itu, KNPI hadir untuk menjadi bagian dari solusi melalui edukasi, pencegahan, dan pelaporan terhadap aktivitas peredaran narkotika,” tegasnya.
Desak Penindakan Pengedar dan Fasilitas Rehabilitasi
Lebih lanjut, Yandra menekankan pentingnya penegakan hukum yang menyentuh akar permasalahan. Menurutnya, aparat penegak hukum harus fokus membongkar jaringan peredaran narkoba hingga ke tingkat bandar dan pengedar utama, bukan hanya menindak para pengguna yang sejatinya merupakan korban.
Di sisi lain, ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menyediakan fasilitas rehabilitasi yang mudah diakses oleh masyarakat.
“Rehabilitasi jangan lagi dianggap sebagai aib. Mereka yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba membutuhkan pendampingan dan pemulihan. Sementara para pengedar dan penjual harus ditindak tegas tanpa kompromi,” pungkas Yandra.
Peringatan HUT ke-53 KNPI ini menjadi momentum bagi DPD KNPI Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang produktif, mandiri, berdaya saing, dan bebas dari ancaman narkoba demi mewujudkan Sukabumi yang lebih maju menuju Indonesia Emas 2045.
Jurnalis : (Yanti)

