Iklan

"Resmi Teken MOU, PB FMI dan Maximus Tipagau Ketum PMA, Sepakati Standarisasi Keselamatan dan Sertifikasi Internasional di Pegunungan Jayawijaya"

Sabtu, 07 Februari 2026, Februari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-02-08T03:50:30Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 






JAKARTA, 7 Februari 2026 – Sebuah tonggak sejarah baru bagi dunia petualangan dan pembangunan berbasis komunitas resmi dipancangkan di Ibu Kota. Pengurus Besar Federasi Mountaineering Indonesia (PB FMI) dan Papua Mountaineering Association (PMA) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis bertajuk program ‘Nataraga’ (Penataan Ragam Alam). Penandatanganan yang berlangsung khidmat ini menjadi simbol kedaulatan pembangunan daerah yang menyelaraskan kelestarian alam dengan kemakmuran rakyat, khususnya di Tanah Papua.





Ketua Umum PB FMI, Mayjen Marinir (Purn.) Buyung Lalana, S.E., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bentang alam Indonesia sebagai pilar kesejahteraan bangsa.

 

"Nataraga adalah ikhtiar luhur kita bersama agar kekayaan alam memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat lokal, dengan standar keamanan mutlak Zero Accident serta prinsip keberlanjutan Zero Waste," tegas jenderal purnawirawan bintang dua tersebut.


*Misi Humanis dan Jembatan Emas menuju Puncak Dunia*

Ketua Umum PMA, Maximus Tipagau, S.E., menyebut kolaborasi ini sebagai "jembatan emas" untuk mengangkat harkat pegunungan Papua—terutama Puncak Jaya (Carstensz Pyramid) yang merupakan bagian dari Seven Summits dunia—ke panggung internasional dengan cara yang lebih bermartabat.


“Gunung dunia itu ada di Papua. Kami ingin perjalanan ke Papua menjadi sebuah pengembaraan yang humanis, bukan lagi pendekatan militer. Melalui PMA dan FMI, kami mendorong kehadiran Polisi Pariwisata yang telah disetujui oleh Bapak Kapolri. Ini adalah cara kita membangun kepercayaan dunia bahwa Papua adalah destinasi yang aman, sehat, dan berstandar global,” ujar Maximus.


Dalam transformasinya, Maximus menekankan tiga pilar utama PMA untuk periode mendatang:


Sertifikasi Global: Melatih dan mencetak Orang Asli Papua (OAP) menjadi tenaga ahli mountaineering yang tersertifikasi internasional.


Ekonomi Inklusif: Menata objek wisata Jayawijaya agar lebih terjangkau, profesional, dan berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan di Papua.


Kesehatan & Rescue: Menjamin standar gizi masyarakat lokal serta penguatan tim medical rescue evakuasi gunung yang mumpuni.

Standarisasi Keselamatan dan Martabat Internasional


Sekjen PB FMI, dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B., menambahkan bahwa fokus kemitraan ini adalah menciptakan ekosistem pendakian yang komprehensif. Keselamatan nyawa pendaki menjadi prioritas tertinggi melalui pengawasan ketat terhadap kesehatan dan standarisasi peralatan kelas dunia.


"Kami ingin meningkatkan kualitas pendaki nasional hingga memiliki sertifikasi yang diakui dunia. Dengan dukungan PMA, gunung-gunung di Indonesia akan bertransformasi menjadi laboratorium alam yang aman, bersih, dan membanggakan secara internasional," ungkap dr. Iqbal.


Implementasi Nyata dan Kolaborasi Lintas Sektor

Sinergi ini akan dikembangkan melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kemenparekraf, KLHK, Kemenkop UKM, hingga Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri. Kehadiran Polisi Pariwisata menjadi jawaban atas kebutuhan jaminan keamanan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara agar sektor pariwisata pegunungan dapat tumbuh tanpa mengesampingkan kedaulatan keamanan.


MoU ini segera ditindaklanjuti dengan langkah teknis di lapangan, termasuk modernisasi sistem tanggap darurat (emergency response) dan penyederhanaan birokrasi koordinasi. Kemitraan ini bukan sekadar urusan olahraga, melainkan sebuah komitmen nasional untuk melihat alam Indonesia tertata rapi, masyarakatnya hidup makmur, dan nama Indonesia harum di puncak-puncak tertinggi dunia.


*Standarisasi Global di Jayawijaya PB (FMI):*dan  Maximus Tipigau  Resmi Jalin Sinergi Strategi Keselamatan Pendaki


Organisasi resmi nasional yang membidangi olahraga mountaineering, berfokus pada prestasi, edukasi keselamatan, dan pelestarian lingkungan. PB FMI.


*Tentang Papua Mountaineering Association (PMA):*

Organisasi lokal Papua dengan visi internasional yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal dan pengelolaan potensi strategis pegunungan di Tanah Papua.

Reportase: Zulfaz

Komentar

Tampilkan

Terkini